Rabu, 25 September 2013

BERFIKIR DALAM TATARAN DZIKRULLAH


Upload, September  25, 2013
BERFIKIR DALAM TATARAN DZIKRULLAH
Tema Pokok :
Menafakuri tanda-tanda Kekuasaan dan Keagungan  Allah di alam jagat raya sebagai jalan menuju ma’rifat
diilhami dengan ritual tawaf mengelilingi Ka’bah
Penulis :  H. Widjaja Kartadiredja
TOPIK MATERI
Topik materi tulisan :  1)  Kata Pengantar ;  2) Tentang ayat-ayat kauniah;  3)  Isyarat-isyarat Alqu r’an;  4) Topan besar di jaman Nabi Nuh; 5)  Apakah itu planet Muntaha?;   6)  Membayangkan luasnya wilayah  tatasurya dan galaksi; 7)  Bersujud di bawah kekuasaan dan keagungan Allah;  8) Makna tawaf mengelilingi Ka’bah;  9) Dalam ritual tawaf tersirat Isyarat Ilmiah;   10)  Penutup.
1.       KATA PENGANTAR
                   Artikel ini memaparkan tentang kontemplasi atau penafakuran, yaitu terhadap tanda-tanda kekuasaan dan keagungan Allah di jagat raya, dengan menggunakan keterangan-keterangan dalam ayat-ayat kauniah dalam Alqur’an.  Ayat kauniah adalah ayat yang menerangkan hukum-hukum alam yang berkaitan dengan fenomena-fenomena alam yang dapat kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, adanya pergantian siang dan malam, pergantian musim di permukaan bumi, adanya gerhana mata hari, gerhana bulan, dan lain-lain peristiwa alam, semuanya berkaitan dengan hukum-hukum alam yang  diisyaratkan dalam ayat-ayat kauniah dalam Alqur’an.
        Tulisan ini tepat sekali dibaca oleh para jema’ah haji  atau umrah, dimana esensi tulisan mengandung tema penting yang harus dimanfaatkan, yaitu untuk    menafakuri fenomene-fenomena alam, yang ada kaitannya dengan isyarat-isyarat dalam Alqur’an, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di abad modern sekarang ini. 
                             Dengan membaca tulisan ini, pembaca akan tertarik untuk lebih jauh menafakuri kekuasaan dan keagungan Allah di alam ini, bahwa di balik alam nyata yang kita saksikan, ada sebuah kekuasaan dan keagungan yang luar biasa yang hanya bisa ditafakuri oleh manusia yang  mau membukakan hatinya untuk memahami dan meyakini kekuasaan dan keagunggan Allah di alam jagat raya.      
                           Menafakuri dan berfikir tentang kekuasaan dan keagungan Allah “konotasinya” adalah sama dengan “berfikir dalam tataran dzikrullah”. Hal ini merupakan salah satu jalan ma’rifat kepada Allah yang pasti amat sangat disukai Allah sebagaimana hadist qudsi mengakatan : “Annallaha khalaqal insaana li ma’rifatihi”, yang artinnya “tidak semata-mata Allah menciptakan mahluk (manusia) melainkan agar mereka berma’rifat kepada-Nya”.
2.       TENTANG AYAT-AYAT KAUNIAH
Dalam surat Ali Imran (QS.3) ayat 96 diterangkan bahwa rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia beribadah kepada Allah ialah Baitullah yang ada di Bakkah (Makkah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semesta alam. Ayat ini selain mengandung makna ibadah, juga mengandung makna kauniyah.  Dalam Alqur’an yang disebut sebagai “hudan lin-nas” selain berisi petunjuk dan hikmah bagi manusia tentang ibadah, ahlak, dan aspek-aspek kahidupan lainnya, terdapat didalamnya sejumlah ayat kauniah, yaitu ayat mengenai hukum-hukum alam di jagat raya.   Menurut DR. Zaghlul Al-Najjar, Profesor Geologi dari King Fahd University, Saudi Arabia, dalam Seminar Internasional ke-6 “Mu’jizat Alqur’an dan As-Sunnah tentang IPTEK” yang diadakan di Bandung tahun 1994,  dalam Alqur’an terdapat sejumlah ayat kauniyah dan yang membicarakan tentang bumi. Karena itu dipandang dari makna kauniyah, yang dimaksud dengan “manjadi petunjuk bagi semesta alam” (“hudan lil ‘alamien”) tersirat pengertian berupa petunjuk untuk memperhatikan, menafakuri dan mengadakan penelitian terhadap fenomena-fenomena alam untuk mengetahui dan meyakini tanda-tanda kekuasaan Allah di jagat raya.  Mengetahui dan meyakini kekuasaan Allah  di jagat raya salah satunya dilakukan melalui penelitian-penelitian ilmiah.   Betapa banyak kata-kata dalam ayat-ayat Alqur’an yang menyerukan manusia untuk berfikir.   Kini hasil pemikiran dan penelitian para ilmuwan  tentang alam dan fenomenanya telah menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang, dalam meningkatkan kemajuan peradaban di muka bumi.
       Menurut penelitian para ahli, ada lebih dari 1000 ayat kauniah dalam Alqur’an, dan diantaranya terdapat 461 ayat kauniah yang menerangkan tentang bumi dan kehidupan. Keterangan ini pernah diungkapkan oleh DR. Jaghlul al-Najjar, Profesor Geologi dari King Fahd University, Saudi Arabia, pada Seminar Internasional ke-6 tentang “Miracle of Alqur’an and As-Sunnah on Science and Technologi” (Mu’zijat Alqur’an dan As-Sunnah dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi) yang diadakan di Bandung pada tahun 1994, bertempat di PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara (sekarang PT. Dirgantara Indonesia). Seminar ini diadakan  atas kerjasama ICMI dengan Rabithah Alam Islami, Saudi Arabia.
3.       ISYARAT-ISYARAT ALQUR’AN
Dalam peradaban manusia diabad-abad belakangan ini, sebagai contoh, orang sudah mengenal dan percaya bahwa bumi itu bulat, dan berputar pada porosnya sambil mengelilingi surya di angkasa bebas pada garis edarnya, yang mendatangkan adanya siang dan malam, dan adanya pergantian musim di permukaan bumi yang diketahui  dari tentang pengetahuan tatasurya atau ilmu astronomi.  
Pengetahuan tatasurya ini ditemukan oleh peradaban Barat yang sesungguhnya jauh sebelumnya tentang tatasurya itu telah diisyaratkan dalam Alqur’an, di antaranya dalam Surat Ar-Ra'd ayat 2 yang mengatakan : "Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘’Arasy’’ dan menundukkan matahari dan bulan yang masing-masing beredar dalam waktu yang telah  ditentukan. Dia mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesarannya) agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu".  Bahkan dalam Surat Fushshilat (QS.41) ayat 53, yang seolah-olah Allah berjanji akan memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya dengan firman-Nya sebagai berikut : “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa (Alqur’an) itu benar. Tidak    cukukah (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi sanksi atas segala sesuatu?”.
         Sedemikian banyaknya isyarat-isyarat Alaqur’an tentang tanda-tanda kekuasaan Allah di jagat raya, seperti dikatakan oleh DR. Zaghlul Al-Najjar, tersebar dalam 461 ayat kauniyah.
4.       TOPAN BESAR Di JAMAN NABI NUH
          Banyak kejadian alam yang dapat kita saksikan di alam ini seperti gerhana matahari, gerhana bulan, gempa bumi, dan lain-lain, semuanya merupakan tanda-tanda dari kekuasaan Allah di jagat raya. Di dalam Alqur’an disebutkan tentang topan besar di jaman Nabi Nuh yang sangat menarik untuk ditafakuri. Menurut buku “Alqur’an, Dasar Tanya-jawab Ilmiah” yang disusun oleh Nazwar Syamsyu, yang sumbernya diambil dari keterangan-keterangan dalam beberapa buku ensyclopaedia, bahwa topan itu telah mengguncangkan permukaan bumi demikian hebatnya, yang telah mengakibatkan berubahnya wilayah-wilayah daratan menjadi lautan, diantaranya Lautan Hindia, Laut Merah dan Laut Tengah, dahulunya sebelum kejadian topan Nuh merupakan sebuah daratan. Penyebab terjadinya topan itu karena “berubahnya” garis edar bumi (dan planet-planet lainnya) akibat perubahan posisi surya oleh pangaruh serombongan comet yang oleh ilmuwan dinamakan Comet Hailey. Comet ini besarnya luar biasa dan memiliki panjang kira-kira 6 kali jarak dari bumi ke surya. Jarak dari bumi ke surya 93 juta mil.
        Isyarat Alqur’an tentang topan Nuh ini diantaranya terdapat dalam surat Al-Qomar (QS.54) ayat 11 yang menerangkan bahwa  setelah Nabi Nuh berdo’a kepada Tuhannya karena telah didustakan oleh kaumnya, Allah berfirman : “Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan curahan air”. Membukakan pintu-pintu langit artinya membukakan atmosfir di langit sehingga dapat mendatangkan peristiwa topan besar di permukaan bumi. Bukti peninggalannya ada dalam surat Hud (QS.11) ayat 44, yang menjelaskan bahwa kapal Nabi Nuh terdampar di puncak gunung Judi, setelah menyelamatkan orang-orang yang beriman dan membinasakan kaum Nuh yang zalim. Gunung Judi adanya di Armenia Selatan yang berbatasan dengan Mesopotamia.
       Isyarat-isyarat Alqur’an tentang kekuasaan Allah di jagat raya diungkapkan dalam bahasa yang sesuai dengan tingkat akal pikiran manusia pada saat Alqur’an diturunkan. Namun demikian dalam perkembangan peradaban manusia kemudian, isyarat-isyarat itu tidak bertentangan dengan hasil-hasil penelitian ilmiah, dan sebaliknya  dapat membuktikan fenomena-fenomena dan hukum-hukum alam di jagat raya. 
5.      APAKAH ITU PLANET  MUNTAHA?
       Dalam wilayah tatasurya terdapat planet-planet yang dinamakan : Mercury, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptune, dan Pluto. Dari hasil panalitian oleh para ilmuwan, telah diketahui jarak dari masing-masing planet ke surya sebagai pusat edarnya yaitu : 1) Planet Mercury jaraknya ke surya 36 juta mil, 2) Planet Venus jaraknya ke surya 67.2 juta mil, 3) Planet Bumi jaraknya ke surya 93 juta mil, 4) Planet Mars jaraknya ke surya 141,5 juta mil (manurut perhitungan para ahli, sebagai penomena alam planet Mars setelah mengelilingi surya dalam waktu 284 tahun, akan kembali berada pada posisi jarak terdekat dengan bumi). 5) Planet Jupiter jaraknya ke surya 90,254 juta mil, 6) Planet Saturnus jaraknya ke surya 886 juta mil, 7) Planet Uranus jaraknya ke surya 1.785 juta mil, 8) Planet Neptune jaraknya ke surya 2.793,4 juta mil, 9) Planet Pluto jaraknya ke surya 3.700 juta mil. Menurut para ilmuwan, Pluto adalah planet yang terjauh dalam tatasurya yang sudah bisa diteliti.
        Di belakang planet Pluto, katanya masih ada bintang atau planet yang tidak bisa diteliti dengan peralatan yang ada saat ini. Ada yang memperkirakan bahwa planet itu adalah Muntaha, yaitu nama yang disebut dalam Alqur’an ketika mi’rajnya Nabi SAW ke langit. Namun benar tidaknya anggapan ini, hanya Allah yang mengetahui. Sebab dalam hal mi’rajnya Nabi SAW ke langit pun ada yang menafsirkan hanya dengan ruhnya saja, dan ada pula yang berpendapat dilakukan dengan jasad (tubuh). Dalam hal ini, ada baiknya ditafakuri surat An-Najm (QS.53) ayat 13-18 yang mengisyaratkan tentang kekuasaan dan keagungan Allah, yang artinya : ”Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jiibril itu (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak pula melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”.
6.         MEMBAYANGKAN LUASNYA WILAYAH TATA SURYA DAN GALAKSI
Menurut para ahli, planet yang paling jauh di tatasurya yang katanya berada di belakang Pluto, yang belum bisa diteliti, lamanya mengelilingi surya sebagai pusat edarnya “diperkirakan” dalam waktu seribu tahun. Sebagai perbandingan, bumi yang jaraknya ke surya 93 juta mil mengelilingi surya dalam waktu 1 tahun dan Pluto yang jaraknya ke surya 3.700 juta mil mengelilingi surya dalam waktu 248 tahun. Bisa dibayangkan luasnya wilayah tatasurya (termasuk sebuah planet yang berada di belakang Pluto yang peredarannya mengelilingi surya diperkirakan seribu tahun), yaitu sebuah wilayah di angkasa bebas, dengan lingkaran yang panjangnya sama dengan garis edar planet yang menempuh perjalanan 1000 tahun.            
Kalau kecepatan edar planet sama dengan kecepatan gerak cahaya seperti yang ditafsirkan oleh para ahli, maka panjangnya garis kelilling wilayah tatasurya adalah 1000 tahun kali kecepatan gerak cahaya yang per-detiknya 300.000 Km.
Apakah ramalan di atas itu benar? Wallahu ‘alam. Tapi ramalan itu dapat menggugah hati untuk menafakuri tanda-tanda keagungan Allah di jagat raya. “Dia mangatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) seribu tahun menurut perhitunganmu”, demikian firman Allah dalam surat As-Sajdah (QS32) ayat 5. “Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) supaya azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu”, demikian firman Allah dalam surat Al-Haj (QS22) ayat 47.
          Menurut para ahli, tatasurya itu hanya sebagian kecil saja dari wilayah angkasa bebas yang dinamakan galaksi. Galaksi ialah gugusan bintang-bintang di langit (dalam Alqur’an disebut “buruj”), yaitu bintang-bintang yang dikelilingi oleh bulan dan planet-planet yang merupakan sebuah tatasurya. Karena sangat jauhnya dari bumi, sebuah bintang yang kelihatan di langit bukanlah sebagai sebuah bintang, akan tetapi sebuah gugusan bintang yang berupa tatasurya. Padahal dalam jagat raya, oleh para ahli diramalkan adanya jutaan galaksi, yang antara galaksi ke galaksi lainnya jaraknya jutaan tahun cahaya. Kalau demikian halnya, betapa luasnya jagat raya, tidak akan terbayangkan oleh pikiran manusia. Semua galaxi, sebagaimana firman Allah dalam Alqur’an, tunduk pada ketentuan dan perintah Allah, yang menjadikan alam jagad raya sebagai ciptaan-Nya yang maha sampurna, tanpa cacat, demikian pula dengan semua mahluk ciptaan-Nya di seisi jagat raya.
          Untuk menambah keyakinan tentang kekuasaan dan keagungan Allah maka tafakurilah surat Al-A’raf (QS.7) ayat 54 yang artinya : “Sesungguhnya tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu ia bersemayam di atas ‘Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, (dan diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang masing-masing tunduk kepada perintah-Nya”. Demikian pula firman Allah dalam surat Al-Ma’arij (QS.70) ayat 1-7 yang artinya : “Ada orang yang meminta didatangkan azab yang akan menimpa. (Dijawab) : “Untuk orang-orang kafir, tidak ada seorangpun yang dapat menolaknya (yang datang) dari Allah, yang mempunyai tempat-tempat naik. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik. Sesungguhnya mereka memandang siksa itu jauh (mustahil). Sedangkan Kami memandangnya dekat (pasti terjadi)”.
7.       BERSUJUD DI BAWAH KEBESARAN DAN KEAGUNGAN ALLAH    
Dengan manafukri ayat-ayat tentang kekuasan dan keagungan Allah di jagat raya, maka tawaf bagi kaum muslimin yang menjalankan ibadah haji atau ibadah umrah, merupakan pertanda sujud di bawah keagungan Allah karena iman kepada-Nya, membenarkan kitab-Nya, memenuhi janji-Nya, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, mohon ampunan dan mohon keselamatan di dunia dan di akhirat, dan terhindar dari siksa neraka. Disamping itu dengan tawaf, berarti menafakuri kekuasaan dan keagungan Allah, pencipta langit dan bumi dan pemelihara alam semesta.
8.       MAKNA RITUAL TAWAF  MENGELILINGI KA’BAH
Dari sudut ilmiah, dengan pemahaman tentang tatasurya dan makna surat Ali Imran ayat 96, ada yang menfsirkan bahwa dengan tawaf mengelilingi Kabah Baitullah tujuh putaran melambangkan ber-putarnya bumi pada porosnya, yang membuat adanya pergantian siang dan malam tujuh kali dalam seminggu. Demikian pula sa’i yang dilakukan sesudah tawaf dalam rukun haji dan rukun umrah, yaitu berjalan tujuh balikan antara Shafa dan Marwa, melambangkan gerak zigzagnya bumi (ke utara dan ke selatan) dalam mengelilingi surya sebagai pusat edarnya, yang mendatangkan perubahan musim di permukaan bumi.
       Selama ini sa’i “dimitoskan” dari segi sejarah Nabi Ibrahim, untuk mengingatkan kisah Hajar dan Ismail yang kehabisan air dan perbekalan ketika ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim di lembah gurun yang gersang. Karena sangat gersangnya lembah gurun ini digambarkan dalam buku “The Life of Muhammad” karangan Tahia Al-Ismail (Abdul-Qasim Publishing House, Jeddah), hingga tak seekor lalat pun yang bisa hidup di sana. Kini lembah gurun itu telah menjadi kota Makkah Al-Mukarramah dalam “tapak” sajarahnya Nabi Ibrahim, tempat bertawaf dengan Kabah Baitulah-nya yang diberkahi di alam ini.
9.       DALAM RITUAL TAWAF TERSIRAT ISYARAT ILMIAH
Tidak berlebihan kalau diakhir tulisan ini Penulis cuplik buah pikiran Bapak Ahmad Muflih Saefuddin tentang penafsiran Alqur’an yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dikemukakan dalam makalahnya yang berjudul “Alqur’an, Paradigma IPTEK dan Kehidupan”, yaitu pada Seminar Internasional ke-6 “Mu’jizat Alqur’an dan As-Sunnah tentang IPTEK” tahun 1994 di Bandung. Beliau mengatakan bahwa sangat tidak mustahil Alqur’an sekarang tengah dikaji oleh orang-orang non-muslim untuk kapentingan ilmu pengetahuan dan teknologi ruang angkasa. Sebab menurut beliau formula Alqur’an merupakan paradigma dan premis IPTEK modern, yang dipakai oleh mereka untuk mencari kemungkinan membangun “real estate” di ruang angkasa atau di dasar laut, sebagai jalan keluar atas pembiakan manusia yang tak terhingga di bumi ini. Sementara menurut beliau, umat Islam sekarang masih tertatih-tatih dalam menafsirkan Alqur’an yang dititik-beratkan pada segi linguistiknya, sehingga yang tersintuh bukan isinya tetapi bahasanya. Sedangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kini makin melesat, untuk “membuktikan” hasil ciptaan Allah, penguasa langit dan bumi.
       Karena itu kalau tawaf benar-benar ditafakuri, maka tawaf mengelilingi Ka’bah Baitullah, selain mengandung makna ibadah yang bersifat ritual dalam menjalankan rukun haji dan rukun umrah, tawaf bagaikan “membawa isarat ilmiah” bagi umat manusia di sepanjang peradabannya. Andaikan Ka’bah bisa bicara seperti manusia, kepada mereka yang bertawaf, Ka’bah akan berkata : “Wahai hamba-hamba Allah, bersujudlah kepada Allah pencipta langit dan bumi, seraya menafakuri tanda-tanda kekuasaan dan keagungan-Nya di jagat raya, agar dapat menyingkapkan rahasia alam ciptaan-Nya untuk kemajuan peradaban”.
       Mengenal akan tanda-tanda kekuasaan dan keagungan Allah termasuk pekerjaan ma’rifat yang sangat disukai Allah, sebagaimana firman Allah dalam Hadits Qudsi yang menyatakan : Tidak semata-mata Allah menciptakan manusia melainkan agar mereka berma’rifat kepada-Nya. (“Annallaha khalaqal insaana li ma’rifatihi”.
10.     PENUTUP
          Demikian paparan tentang kontemplasi, semoga  bermanfaat, khususnya bagi para jemaah haji dan jemaah umrah musim haji  tahun 1434 Hijriyah, dengan iringan  do’a “semoga menjadi haji yang mabrur”. 
Juga semoga bermanfaat bagi  kaum muslimin dan muslimat umumnya, khususnya Penulis, sebagai penggugah untuk banyak tafakur dan syukur, dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhana huwa taala, Yang Maha Pencipta dan Maha Pemelihara semesta alam. Aamiin.
          Jika terdapat kesalahan dalam penafsiran, mohon maaf, dan saya dikembalikan kepada pembaca sabagai bahan koreksi dan perbaikan.  
          Salam hormat Penulis, H. Widjaja Kartadiredja.

Bandung,West Java, Indonesia, 25/09/2013.

Continue Reading...

Minggu, 22 September 2013

DOCUMENT FOR FOREIGNERS


 DOCUMENT FOR FOREIGNERS

DOCUMENT-1
Upload September 22, 2013
Preface :

Purpose in writing this article is intended specifically to foreigners who are interested in the problem of devotion to the nation, in a place or country wherever they may be.
Author would greatly appreciate that you like to read, especially if you could give a comments related the contet Content the article is a performance training program, the main theme (in a great mission) : “awaken the nation from underdevelopment in the work  culture”, as a solution must be taken  to ward a key issue facing the nation.  Training will be implemented in a short training for 3 days.
I'm sure the managers of human resource issues, in institutions, government agencies, or any company, in any country they are in, especially in a country that still exist in backwardness, will require a training program as described in this paper.
Essence is contained in the article,   building a new insight in the field of human resources, which is oriented towards performance improvement and repair of work ethics. The main goal,  to provide the readiness the next generation on mentally and work culture,  so their lives become better than the current generation. This mission has to be done on long term period, through across generation. 



PERFORMANCE TRAINING PROGRAM
PROFILE

THE MAIN THEME :
An Effort Awaken the Nation From Underdevelopment
In the  Work Culture
 (translation from the native language)
Author : Widjaja Kartadiredja / Ret. Lieutenant Colonel

Referral :

1.   Handbook for Performance Training (for Trainees).
2.   Handbook for  Presentation Performance Training (for Teachers).

INTRODUCTION

This paper should be interpreted as an open letter addressed to those who have a concern for the future of the nation on issues related to the next generation mentality and work culture.

In particular this paper is addressed to "public officials" who have linkages with the interests of human resource development issues in the country, which is respectable :

Minister of State for Administrative Control & Reform;  Minister of Home Affairs;   Local government ( Governor / Regent / Mayor ),  Minister of Youth and Sports; Youth and Student Organizations; HRM Managers Company; Human Development Donor agencies.

Hopefully  the state officials / officers at the above address, is pleased to reading this article on blog or on  link on Facebook or Twitter, and are interested in accessing the program described in the blog. We would be very appreciative and proud, if a form of public participation from  whoever it 's  comes, get a response.

A. Birth of Ideas

1.   Various phenomena which have made the life of our nation is almost never changed, then these conditions must be observed with full awareness and introspection.   Reality shows, that the behavior and work culture among our nation has fallen behind other nations that have been developed, is must be recognized  as a fact that absolutely must find a solution to change.

2.     Related to this fact, the author was inspired by an experience learned the basic of implementing human resource management policies in particular about performance appraisal system, is done in a training institute in France in 1992 was Thomson CSF Cooperation. Although the system is obtained through a brief training that does not require the academic knowledge for learning it, but this system is the essential to be used as a reference for our nation, in an effort to create a therapy in the face of the nation during this condition, as a solution.

3.  This paper will provide overview of the process of the preparing training program that handled by author as the originator for using the system, on the form of brief training, namely "Performance Training Program with the main theme “an efforts in awaken the nation from behind in the work culture.

B.   Background Thought

1.   The term "performance" in daily language it’s means "work", It is a process of cultivation in the world of work, that more precisely referred to "the results of the work culture". High or low performance value can be attributed to the value of a nation's progress . Hence the low level of performance of a nation, shows the characteristics of the people behind other nations that have been advanced.

2.  What is meant by "work culture", is a mental attitude or behavior in the workplace  on the foundation of  philosophy to improving employment outcomes and improved the work ethic.  This term is conecting to the nation as the istitution subject and the official or the workforce as the individual subject.

3.   The fact that can not be denied, that anyone as a citizens still feel loving the nation and country, will feel concerned about the current condition of the nation, that in the world of work so far behind compared with other nations that have been advanced. This concern is proper to give a boost towards the birth of the initiative to hold a change effort.

4.   Therefore a priority necessity that must be arise in our nation today, is a positive willingness and creativity to build new insights in the field of human resource, which has to be done through  across generations.   The main goal, that is to provide the readiness the next generation on mentally and work culture,  so their lives become better than the current generation. This mission has to be done on long term period, through across generation.  Meaning through inheritance values from generation to generation, because it is basically the development of mentally and culture require in a  long term period.

5.  To achieve this goal, the initial step must be done, that is through the implementation of performance  training program,  that should be start as early as possible  (start from now on), where the implementation should be supported by  the policy from the public officials in government,  and  welcomed well by the younger generation as the heir to next generation.

C.   Overview Preparation Training

1.   Preparation for performance training program has been completed by the author as the originator and which will at the same time act as a teacher :

a.   The author has prepared training materials for used in the performance training  on the "short course" which is only for 3 days,   but the training will sustainable   without limit of time, because the arable land area on a number of regional training. 

b.     Targets to be achieved in the training program within 3 years of the first phase are : first, prepare a cadre of trainers  as much as 100 people that will taken from the best of the former trainees to be a "mobile teaching team". Second,  target of   participants  on the first step of  3 year, as many as 1.800 people, who are mostly from the ranks of government agencies that their main task in the field of human resource development. The next target in the second 3-year, carried out by cadres who had formed, until the time the training program can be realized in each region / province in country.

c.  This program seems like it is impossible, but with a readiness to material that has been designed in such a way by the author / the originator, God willing, this program can be realized.

d.   Later, under the guidance of writer who will serve as teacher, instructor cadre should be able to transfer the knowledge gained in training, through the regional set up in each province / district / city, the implementation should be supported by Government policy and the willingness to open training in the form of "in house training " in their office.
  
2.  Training materials are made in detail, systematic and easily understood, there      are:

a)   Performance Training Handbook (140 pages), for the Trainee.

b)   Presentation Training Handbook (120 pages), for the Teacher.

3.   For the purposes of marketing training, have been made :
   
           a)  General Proposal Performance Training Program (24 pages).

           b)  Profile Performance Training Handbook (32 pages ).

D.  Overview Implementation Training

Overview of the implementation of the training are described as follows :

1.   Training costs . Training programs will be implemented in the form of "in house training" (ie the implementation of training based on the request institutions / agencies as a user of training), with a capacity of classes 15 participants, and duration of training for 3 ( three ) days . Funds needed if the training program is handled by the "stand-alone agency" (not through "in house training") that its use for infrastructure, teacher salaries and operational costs for the first phase of 3 years, reaching Rp. 1.450 M, in which most of the funds used for infrastructure  (details contained in the Manuscript of General Proposal).

2.   In the proposal described, if the training activities carried out by independent institutions or by stand alone agency, the training costs could reach Rp. 1.5 million for each participant or even maybe more, but it’s has a consequences   this training could be eventually turn into a commercial purpuse.  However, if training / agencies, the participants are not charged for the training cost.  While compensation for the teachers, accommodation and costs transportation estimated at about Rp . 3 up to 4.5 million for a class of  15 participants in 3 days.

3.   Other important information :

a.  Training will be conducted 4 times a month (with a capacity of 15 class participants in duration of training 3 days).  So within 1 month training will  able to train 60 people, and 1year estimated 600 people, or within 3 years of the first phase are 1,800 people. This training will be conducted by the teacher or teaching team cadres that are" mobile" that will be prepared beforehand.

b.   Although the implementation of the training will be done through "in house training", but did not rule if the owner of the funds or donors want to work together in this program, we are welcome, so the program can be realized widely in every regional in the country as soon as possible.

E.   Training Participants

1.   Trainees are not focused on academic requirements. Who are the employees of the government and the agencies whose their job company in the field of human resources can be a participant, even if the prefered position as a "direct supervisor",  except for candidates that are not from agencies. Because the participants could come from : 1) The government agency; 2) the Company; 3) Youth Organizations; 4 ) Students as future leaders of the next generation .

2.  More picture about Performance Training Program, contained on "Proposal of Performance Training” and on "Handbook of Performance Training”.

F.   Benefit from Performance Training 

1.  Two kind benefit will be gained from the training there are :   First, the   basic knowledge of of Human Resources Management, especially on the term of performance appraisal system.  Scond, the ability to design form on performance appraisel system and aplication.

a.   The basic konowledge of HRM  is needed by institutions / agencies for their input in a formulating policies of HRM in an effort to improve the quality of human resources grounded in embracing "a fair reward system” which have relevance to the problem of "remuneration" (payroll) and career coaching and development potential.

b.  The ability to design and applied performance assement syatem can be explained, that for institutions that do not have a standard assessment system, the official needed to have  a model system example, in line with effort to implement policies of HRM in their insitutions. 

2.  Training be done 4  times in a month (with a duration of 3 days and class capacity of 15 people).   If the agency have 6 unit ( district or city level ), so within 6 weeks will be trained by 6 x 15 people = 90 people. The former trainee “insya Allah” sooner or later, will bring a change in the regional mission in the field of human resource development .

3.   Institution as a user training service will not spend a lot, because preparation for training facilities only requires :  space class for accommodate 15 participants  with facilities such as white board, sound system, a presentation tool/infocus, which of course it is already owned by institution. Lunch for participants may not be provided because each employee (as officials) have got a meal allowance every weekday, where the training itself is conducted on weekdays .

4.  Costs to be incurred by the user training are :   1) teacher compensation, 2) round-trip transportation from city to city residence where teachers conducted training, 3) accommodation for teachers during teaching, 4) cost for sanck, coffee break for trainees, provision of office stationery, and prepare the certificate. While the Handbook and hand out materials, the responsibility of the teacher .
.

G.   Training Schedule & Topic

Duration training 3 (three) days of 5-hours, morning GMT. 8:00 to 13:00 pm, or evening GMT. 13:15 to 17:45 pm .

   ▌ First Day        

Topic - 1 (Purpose Training & Introduction Profile Handbook ), 60 minutes.
Topic - 2 ( Fundamentals of the Policy Implementation of HRM ), 60 minutes .
Topic - 3 ( Introduction to Performance Appraisal System), 75 minutes .
To discus Job Description, Job Requirement and determination, 75 minutes .

   ▌ The second day

Topic - 4 (Establish assessment factors in making the design of Performance Appraisal Systems ), 60 minutes . Designing Format Assessment, 30 minutes .
Topic - 5 (Making Instructions How to Format Writing Assessment), 90 minutes.
Topic - 6 (How To Implement Assessment via interview), 60 minutes.

   ▌  The hirtd day

Topic - 7 (Use of the Performance Appraisal System Multipurpose ), 30 minutes .
Exercise makes "job description" and set the "job requirement”, 45 minutes .
Topic - 10, the exchange time (Documentation Format rating system for the design of application), 30 minutes .
Topic - 8 (The Role of HRM Manager / Personnal Manager), 30 minutes .
Topic - 9 (Cover Materials), 30 minutes .


H.   Participation Suggestion & Response :

   To institutions / government agencies and companies that want to conduct "in house training" or other forms of cooperation in the implementation of this training program, please contact us via :

Contact person : Widjaja Kartadiredja
  
  The author would greatly appreciate readers of this blog who deign to spread through the blog link to Facebok or Twitter to friends / companions are deemed interested in the program, as a form of participation in supporting this program.

    Let's  do any thing  for a   benefit of nation, although only in the form of an idea or thought, in an effort to awaken the nation from being disadvantaged from the other nations in the work culture.  The future generations will require debriefing inheritace values towards a better change of the current generation. “Aamin”.


CLOSING

1.  That is exposure the profile of the Performance Training 2.   Hopefully this program although the only on form of public participation,  be able supporting  from the government itself, the company, the younger generation, and even if there is donor agencies.   The program that highly prospective to be implemented,  it is requires the funds to make the program could be realized.

2.   Hopefully this program although the only on form of public participation,  be able supporting  from the government itself, the company, the younger generation, and even if there is donor agencies.   The program that highly prospective to be implemented,  it is requires the funds to make the program could be realized.

3.   Thank you  for the attetion.       

The Author / The Initiator
Widjaja Kartadiredja


===========================================================


           ▌  IDENTITY THE AUTHOR   

Full Name : Widjaja Kartadiredja (Lieutenant Colonel Retired), born in Ciamis December 14, 1939, West Java, Indonesia. General Education, the Faculty of Law of the University of Indonesia in Jakarta 1964, education in the Air Force  Elementry School Military Officer, Unity Command of the Air Force School 1980.  When still active as a member of the Air Force : duty in the environment organic of the Air Force for 16 years, from 1965 to 1981 and then  assigned in Owned  State Strategic Industries - “Nusantara Aircraft Industries Ltd (PT. IPTN) - in Bandung for16 years, from 1981 to 1997, with the last assignment as Head of the Department General Affairs of Weapons System Directorate. Before retirement was placed on the Staff Advisors.  Retired from the Air Force in 1995 and from IPTN 1998.

Experience on Human Resources Management :

 Teaching in the field of management at Educational & Training Center in IPTN  on Supervisor Course in the period of 1989 - 1992; Never to be a counterpart member team of Training Master-plan on Weaponry – in cooperation with Sodeteg Formation, Thomson 's subsidiary in France in 1992;  To finalize the  master-plan training weapon system, team member conducted survey mission to educational institutions and industries in the field of weaponry in France. In this occasion on separately from the team, learned the basic policy of implementation HRM in Thomson CSF Cooperation, although it was conducted in a brief time but the materials could be accepted ;  Never gave an upgrading P-4 Type A (Type 120 hours) on the deepening of the material in 1991.  Never be a partisipan on "6th International Seminar on Miracle of Al - Quran and as- Sunnah on Science and Technology" in Bandung on August 29 up to September 1, 1994.  In capacity of Head the Departement of General Affairs, to be a Command Media Coordinator “to handle the process of  developing integrated system and procedures in IPTN", and in appropriate task to general affairs functions, on regularly involved in the discussion of “job simplication ”Boeing Syistem, as comparative study material connection with the ditermination of “job reguirement”  on personnel establishment in HRM system of IPTN.

Experience in the social field :

 Some times wrote the feature, issue of education and religion, in local daily news.  Wrote the materials of Friday Khutbah, and compiled into a book on the title : "Tell my voice although on the  only one ayat "  Experience in Friday Khutbah in several mosques in the neighborhood ;  Circulating a number of blogs about the issue of performance and religion in Website.

=================================================================

Continue Reading...

Selasa, 17 September 2013

PROFIL PROGRAM PELATIHAN KINERJA


Upload September 17,  2013  -  Pengganti Dokumen Info  Pelatihan Kinerja 10c #

PROFIL PROGRAM PELATIHAN KINERJA
DENGAN TEMA POKOK :
UPAYA MEMBANGUNKAN BANGSA DARI KETERTINGGALAN DALAM BUDAYA KERJA
Penulis : Widjaja Kartadiredja/Letkol Purnawirawan
Rujukan :
 1.       Buku Panduan Program Pelatihan Kinerja
 2.       Buku Presentasi Pelatihan Kinerja


KATA PENGANTAR

Hendaknya tulisan ini dimaknai sebagai Surat Terbuka  yang ditujukan kepada mereka yang punya kepedulian terhadap masa depan anak bangsa pada  generasi mendatang terkait masalah  mentalitas dan budaya kerja.  

Teristimewa tulisan ini  ditujukan kepada             “pejabat publik” yang punya keterkaitan kepentingan dengan masalah pembinaan sumberdaya manusia di negeri ini, yaitu yang terhormat :
.
Menteri Negara Penertiban Aparatur Negara &  Reformasi;  Menteri Dalam Negeri R.I.  Pemerintah daerah (Gubernur/Bupati/   Walikota); Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga R.I.;  Organisasi Kepemudaan & Mahasiswa; Para Manajer HRM Perusahaan; lembaga Donor Pengembangan Kemanusiaan.

Mudah-mudahan para pejabat negara/pejabat pada alamat di atas, berkenan untuk menyempatkan diri membaca tulisan ini melalui  tautan di Facebook atau Twitter, dan tertarik untuk mengakses program yang dipaparkan dalam blog.  Kami akan sangat menghargai dan  bangga, jika wujud partisipasi masyarakat dari siapa  pun datangnya,  mendapatkan respon.

A.   Lahirnya Gagasan

1.  Berbagai fenomena yang membuat kehidupan bangsa Indonesia hampir tak kunjung mengalami perubahan, maka kondisi seperti ini harus dicermati dengan penuh mawas diri.  Kenyataan yang menunjukkan, bahwa perilaku dan budaya kerja di kalangan bangsa kita sudah jauh tertinggal dari  bangsa-bangsa lain yang telah maju, harus diakui dan disadari sebangai sebuah fakta yang mutlak harus dicarikan solusinya  menuju kearah perubahan.

2.  Terkait dengan kenyataan tersebut di atas, Penulis terinspirasi oleh sebuah sistem hasil pengalaman  mempelajari penerapan dasar kebijakan manajemen sumberdaya manusia (principles for implementing a human resources management policy) khususnya tentang sistem penilaian kinerja yang dilakukan di sebuah lembaga pelatihan di Perancis tahun 1992 yakni  Thomson CSF Cooperation. Walaupun sistem ini didapatkan lewat pelatihan singkat yang tidak memerlukan kedalam ilmu secara akademis dalam mempelajarinya, namun sistem ini sangat esensil untuk dipakai sebagai rujukan bagi bangsa kita, dalam upaya menciptakan sebuah terapi dalam menghadapi kondisi bangsa selama ini.

3.  Tulisan ini  dimaksudkan untuk memberikan  gambaran tentang proses  penyiapan materi program pelatihan yang telah selesai ditangani oleh Penulis selaku penggagas dengan mengunakan sistem tersebut, yakni “Program Pelatihan Kinerja  dengan  tema pokok Upaya Membengunkan Bangsa dari Ketertinggalan dalam Budaya Kerja”.

B.  Latar Belakang Pemikiran.

1.  Istilah “kinerja” yang bahasa sehari-harinya  mengandung arti  “hasil kerja”, adalah merupakan proses budidaya dalam dunia kerja, atau tepatnya disebut “hasil proses budaya kerja”.  Tinggi rendahnya nilai kinerja bisa dikaitkan dengan nilai  kemajuan suatu bangsa.  Karenanya rendahnya tingkat kinerja suatu bangsa, menunjukkan ciri ketertinggalan bangsa itu dari bangsa-bangsa lain yang telah maju.

2.  Yang dimaksud dengan “budaya kerja”  adalah sikap mental atau perilaku dalam dunia kerja yang landasan filosofinya ditujukan pada upaya peningkatan hasil kerja  dan perbaikan etika kerja, yang  subjeknya dapat berupa bangsa atau insitusi sebagai lembaga, dan aparat atau tenaga kerja sebagai individu.

3.   Kenyataan yang tak bisa dipungkiri, bahwa siapa pun warga negara yang masih merasa mencintai bangsa dan negaranya, akan merasa prihatin terhadap kondisi bangsa saat ini yang dalam dunia kerja sangat jauh tertinggal dibanding dengan bangsa-bangsa lain yang telah maju. Sudah selayaknya   keprihatinan ini dapat memberikan dorongan kearah lahirnya prakarsa untuk  mengadakan upaya perubahan.

4.  Karenanya suatu keniscayaan yang harus  bangkit di kalangan bangsa kita  saat ini, adalah kemauan dan kreativitas positif  untuk  membangun wawasan baru dalam bidang pembinaan sumberdaya manusia yang landasan filosofinya diorientasikan pada masalah mentalitas dan budaya kerja, yang  tujuan utamanya untuk membekali kesiapan generasi mendatang agar kehidupan mereka menjadi lebih baik dari generasi sekarang, dimana pembekalan ini harus dilakukan lewat lintas generasi.  Artinya dilakukan melalui pewarisan nilai-nilai dari generasi ke generasi, karena pada dasarnya pembangunan  mentalitas adalah penanaman nilai-nilai positif  menjadi sebuah budaya yang prosesnya membutuhkan waktu dalam jangka panjang. 

5.   Untuk tercapainya tujuan ke arah ini maka langkah awalnya Program Pelatihan Kinerja harus dimulai sejak sedini mungkin, tegasnya sejak sekarang, yang pelaksanaannya harus  didukung oleh kebijakan  para pejabat publik dalam pemerintahan dan disambut baik oleh kalangan generasi muda sebagai pewaris generasi penerus.

C.    Gambaran Kesiapan Program Pelatihan.

1.  Persiapan program pelatihan kinerja yang telah selesai dilakukan oleh Penulis selaku penggagas dan yang nantinya sekaligus akan bertidak sebagai Pengajar, adalah :

a.   Penulis telah menyiapkan materi pokok pelatihan kinerja untuk digunakan dalam “pelatihan singkat” yang durasinya hanya 3 hari namun  dilakukan secara berkelanjutan tanpa dibatasi limit waktu karena tak terbatasnya luas wilayah garapan pelatihan yang sifatnya nasional.  
b.  Target yang ingin dicapai dalam program pelatihan dalam tahap 3 tahun pertama adalah: Pertama, menyiapkan 100 orang kader pelatih yang akan diambil dari mantan peserta pelatihan terbaik untuk dijadikan “tim pengajar yang mobile”. Kedua, target peserta dalam 3 tahun pertama l.k. 1.800 orang yang mayoritas berasal dari jajaran instansi pemerintahan yang tugas pokoknya dalam bidang pembinaan SDM. Target berikutnya dalam 3 tahun kedua dilaksanakan oleh kader-kader yang sudah dibentuk, hingga dalam waktu tertentu program pelatihan ini dapat diwujudkan secara merata di setiap wialayah regional/provinsi di negeri ini.

c.  Nampaknya program ini seperti hal yang  mustahil, akan tapi dengan kesiapan materi yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh , Penulis/Penggagas, insya Allah program ini bisa diwujudkan.
  
 d.   Nantinya di bawah  bimbingan Penulis yang akan berperan sebagai Pengajar, kader pengajar harus dapat men-transfer ilmu yang didapat dalam pelatihan, lewat regional yang dibentuk di tiap Provinsi/Kabupaten/Kota, yang pelaksanaanya harus didukung oleh kebijakan  Pemerintah Daerah dan adanya kesediaan untuk membuka  pelatihan dalam bentuk “in house training” di instansinya.

2.  Materi  pelatihan dibuat secara rinci, sistematis dan mudah difahami, yaitu  berupa : 
1)  “Buku Panduan Pelatihan Kinerja” (140 halaman) untuk pegangan Peserta Pelatihan.   

2)  “Buku  Presentasi Pelatihan Kinerja” (120 halaman), untuk pegangan Pengajar.

3)   Untuk keperluan pemasaran pelatihan, telah dibuat :  (1)  “Proposal Umum Program Pelatihan  Kinerja (24 halaman). (2)  “Profil Buku Panduan Program  Pelatihan Kinerja” (32 halaman).

D.     Gambaran Pelaksanaan Pelatihan

Gambaran pelaksanaan pelatihan  dijelaskan sebagai berikut :

1.  Biaya Pelatihan.  Program Pelatihan akan dilaksanakan dalam bentuk  “in house training” (yaitu pelaksanaan  pelatihan didasarkan atas permintaan  lemabaga/instansi calon pengguna jasa training), dengan kapasitas kelas 15 peserta, durasi pelatihan selama 3 (tiga) hari.   Dana yang dibutuhkan jika program pelatihan ditangani oleh  “lembaga berdiri sendiri” (tidak lewat “in house training”) yang terdiri dari biaya untuk infrastruktur, honor Pengajar dan biaya operasional untuk tahap 3 tahun pertama, mencapai Rp. 1,45 M  karena sebagian besar dana digunakan untuk infrastruktur (data tertuang pada  Naskah Proposal Umum Masalah Pendanaan). 

2.   Dalam proposal umum dijelaskan, jika kegiatan pelatihan dilaksanakan oleh lembaga berdiri sendiri, maka biaya pelatihan bisa mencapai Rp. 1.5 juta tiap peserta atau bahkan bisa lebih, yang  akhirnya pelatihan ini bisa berubah sifatnya menjadi komersial.  Namun jika dilaksanakan melalui “in house training” dengan fasilitas yang dimiliki lembaga/instansi, maka biaya pelatihan peserta dan biaya penyelenggaraan pelatihan menjadi tanggunan instansi pengguna jasa training.  Sementara konpensasi untuk Pengajar, biaya  tranaportasi dan akomodasi Pengajar, diperkirakan sekitar  Rp. 3  s/d 4,5 juta per-kelas a’ 15 peserta dalam 3 hari, ditanggung oleh pengguna jasa training.  Biaya ini teramat murah, sekitar 70 prosent direduksi dari biaya yang berlaku pada umumnya.  Karena itu kompensasi untuk  Pengajar, transportasi, dan akomodasi selama mengajar, angka tersebut bahkan masih bisa dinego.

3.    Keterangan penting lainnya :
a.    Penulis yang sekaligus  akan bertindak sebagai Pengajar, dapat melaksanakan pelatihan  4 kali dalam sebulan dengan kapasitas kelas 15 Peserta, durasi pelatihan 3 hari.  Dengan demikian dalam  1 bulan Pengajar dapat men-train trainee sebanyak 60 orang, dan dalam 1 tahun diperkirakan 600 orang, atau dalam tahap 3 tahun  pertama 1.800 orang.  Kegiatan pelatihan ini akan  dilaksanakan oleh Pengajar dengan kader atau tim pengajar yang sifatnya “mobile” yang akan disiapkan sebelumnya.  
b.   Walaupun pelaksanaan pelatihan akan dilakukan melalui “in house training”, namun tidak menutup kemungkinan jika ada pemilik dana atau lembaga donor yang ingin bekerja sama dalam penyelenggaraan pelatihan akan kami sambut dengan baik, agar nantinya Program Pelatihan Kinerja dapat direalisasikan secara luas  dan  merata di setiap regional di Provinsi-provinsi/Kabupaten/Kota di wilayah Indonesia.

E.  Peserta Pelatihan

1. Peserta pelatihan tidak ditekankan pada persyaratan  akademis.  Siapa saja karyawan Instansi Pemerintan dan Perusahaan yang tugasnya di bidang SDM bisa menjadi peserta,  walau pun diutamakan yang posisinya sebagai “direct supervisor”, kecuali calon peserta yang bukan berasal dari  Instansi.  Peserta pelatihan bisa berasal dari:   1) Instansi pemerintah; 2)   Perusahaan;  3)  Organisasi Kepemudaan;  4) Mahasiswa sebagai calon pemimpin generasi mendatang.  

2.  Gambaran selengkapnya  tentang Program Pelatihan Kinerja,  tertuang pada   buku  “Proposal  Umum Program Pelatihan Kinerja” dan  ”Profil Buku Panduan Pelatihan Kinerja”.

F.     Manfaat Program Pelatihan Kinerja

1.    Manfaat yang akan didapat ada dua, yaitu yang bersifat  wawasan dan yang bersifat aplikatif.  Yang bersifat wawasan, dibutuhkan oleh institusi/lembaga untuk adanya bahan masukan dalam merumuskan kebijakan-kebijakan sistem HRM dalam upaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang berlandasan pada kebijakan manajemen yang menganut “reward system yang adil”, yang ada keterkaitan dengan masalah “remunerasi” (penggajian) dan pembinaan karir serta pengembangan potensi.

2.   Yang bersifat aplikatif, dapat dijelaskan  bahwa bagi lembaga yang belum memiliki sistem penilaian yang baku, sistem yang dirancang dalam pelatihan dapat digunakan  sebagai contoh model perangkat sistem penilaian, sejalan dengan upaya menerapkan kebijakan  sistem HRM di lembaganya.

 3.  Pelatihan dilakukan seminggu sekali (dengan durasi 3 hari, dengan kapasitas kelas 15 orang).  Kalau lembaga/instansi memiliki 6 satuan  kerja  (tingkat Kabupaten atau Kota), maka dalam 6 minggu akan dilatih  sebanyak 6 x 15 orang = 90 orang.  Mantan trainee ini insya Allah cepat atau lambat akan membawa misi perubahan di lingkungan regionalnya dalam bidang pembinaan sumberdaya manusia. 

4.  Lembaga/instansi pengguna jasa training tidak akan banyak mengeluarkan biaya, karena pelatihan hanya membutuhkan penyiapan fasilitas belajar berupa :  ruangn belajar yang dapat menampung 15 orang peserta, dengan fasilitas  berupa white board, sound system, alat presentasi berupa  infocus, yang tentunya fasilitas tersebut sudah dimiliki oleh instansi yang bersangkutan. Sementara makan siang apeserta bisa saja tidak disediakan karena setiap karyawan (PNS) sudah mendapat tunjangan makan setiap hari kerja, dimana pelatihan itu sendiri dilaksanakan di hari kerja. 

5.   Biaya yang harus dikeluarkan oleh pengguna jasa training, adalah untuk :  1) konpensasi pengajar, 2) transportasi p.p. dari kota tempat tinggal pengajar ke kota tempat pelatihan dilaksanakan, 3) akomodasi untuk pengajar selama masa mengajar, 4) biaya untuk sanck,  coffee break untuk peserta peltihan, ATK, dan penyiapan sertifikat.    Sedangkan Buku Panduan dan bahan hand out, tanggungan Pengajar.  

4.  Kompensasi Pengajar, transportasi dari Bandung – ke kota tujuan p.p. dan akomodasi selama masa mengajar 3 hari per-kelas, ditanggung oleh pengguna jasa training.

G.      Skedul & Materi Pokok Pelatihan Kierja
Lama pelatihan 3 (tiga) hari ‘a 5 jam, pagi hari Pk. 08.00 -13.00 WIB,  atau sore hari Pk. 13.15 - 17.45 WIB.

   ▌Hari pertama
Pokok Bahasan-1 (Tujuan Pelatihan & SPengenalan Profill Buku Panduan), 60 menit.
Pokok Bahasan-2 (Dasar-dasar Kebijakan Implemetasi HRM), 60 menit.
Pokok Bahasan-3 (Pengenalan Sistem Penilaian Kinerja), 75 menit.
Pembahasan Job Description (dan penetapan Job Requirement),  berikut latihan cara membuatnya, 75 menit.
   ▌Hari kedua   
Pokok Bahasan-4 (Menetapkan Faktor-faktor penilaian dalam membuat Rancangan Sistem Penilaian Kinerja), 60 menit. Mendesain Format Penilaian, 30 menit.
Pokok Bahasan-5 (Membuat Petunjuk Cara Mengisi  Format Penilaian), 90 menit.
Pokok Bahasan-6 (Cara Melaksanakan Penilaian melalui Interview), 60 menit.
   ▌Hari ketiga  
Pokok Bahasan-7 (Penggunaan Sistem Penilaian Kinerja yang Multiguna), 30 menit.
 Latihan membuat “job description” & menetapkan “job requirement, 45 menit.
Pokok Bahasan-10, tukar waktu (Dokumentasi Format Penilaian hasil   rancangan sistem untuk aplikasi). 30 menit.
 Pokok Bahasan-8 (Peranan Manajer HRM / Manajer Personlia), 30 menit.    
Pokok Bahasan-9 (Penutup Materi),30 menit.

 Materi pelajaran penunjang dalam keilmuan lain jika diperlukan  akan ditetapkan kemudian oleh user.

H.  Himbauan Partisipasi & Respon :

1 Kepada lembaga/instansi pemerintah dan perusahaan   yang ingin menyelenggarakan “in house training” atau bentuk kerjasama lainnya dalam penyelenggaraan  program pelatihan ini,  dapat menghubungi kami melalui :

email : widiakertapranata@yahoo.co.id  atau kirim  SMS ke 085863897762. Kontak person :  Widjaja Kartadiredja

1  Catatan penting untuk pembaca blog ini :

Penulis akan sangat menghargai pembaca blog ini yang  berkenan menebarkan tautan blog lewat Facebok atau  Twitter kepada  teman/sahabat yang  dipandang akan tertarik dengan program yang dipaparkan, sebagai bentuk partisipasi mendukung program ini. 

Mari kita berkiprah untuk kepentingan bangsa walau hanya berupa sebuah gagasan atau pun pemikiran dalamupaya membangunkan bangsa dari ketertinggalan dalam budaya kerja menuju perubahan pembangunan di negeri ini.  Anak bangsa sebagai pewaris generasi mendatang akan sangat membutuhkan pembekalan menuju perubahan kearah yang lebih baik dari generasi sekarang.  Aamin.




IDENTITAS PENULIS/PENGGAGAS PROGRAM PELATIHAN KINERJA.

           Nama : H. Widjaja Kartadiredja (Letkol.       Purnawirawan),     lahir di Ciamis 14 Desember 1939.  Saat berdinas aktif sebagai Anggota TNI-AU tugas di  lingkungan organik TNI-Angkatan Udara  selama  16 tahun dari 1965-1981; kemudian tugas  diperbantukan pada sebuah BUMNIS (PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara) di Bandung selama16 tahun dari 1981-1997 dengan tugas terakhir sebagai Kepala Departemen General Affair Direktorat Sistem Senjata.  Menjelang purnabakti dari BUMNIS ditempatkan pada Advisory Staff Direktur. Pensiun dari TNI Angkatan Udara tahun 1995 dan Purnabakti dari BUMNIS  tahun 1998; Pendidikan umum Fakultas Hukum Universitas Indonesia Jakarta tahun 1964, pendidikan di TNI-AU a.l. Sekolah Dasar Kemiliteran Perwira (Milsuk), Sekolah Komando Kesatuan TNI-AU (SEKKAU) tahun 1980;  Penataran Penyegaran Karyawan ABRI tahun1991.

           Pengalaman khusus terkait Pembinaan SDM :
1 Secara  fungsional  dalam kedudukan sebagai Staf Departemen menjadi anggota tim perumus perbaikan peraturan kepegawaian BUMNIS tahun 1983/1984;  1 Mengajar dalam bidang manajemen di Pusat Pendidikan dan Latihan BUMNIS pada Kursus Manajemen Supervisi Tingkat Kepala Bagian/Kepala Biro dalam periode  1989 s/d 1992;  1 Menjadi anggota Counterpart Penyusunan Master Plan Training Bidang Weaponry (sistem senjata) – kerjasama antara BUMNIS tempat Penulis bekerja dengan sebuah lembaga pendidikan, Sodeteg Formation, anak Perusahaan Thomson di Perancis tahun 1992; 1 Dalam rangka finalisasi pembuatan master plan training, Penulis bersama tim mengadakan misi survei ke beberapan lembaga pendidikan dan industri bidang weaponry weaponry di Perancis. Pada kesempatan tersebut secara terpisah dengan tim, Penulis mempelajari dasar-dasar kebijakan implementasi sistem HRM Thomson CSF Cooperation, walaupun dalam tempo yang singkat namun materi tersebut dapat diterima dengan baik;  1 Pernah memberikan penataran P-4 Type A (Type 120 jam) Provinsi Jawa Barat pada pendalaman materi tahun 1991; 1 Pernah mengikuti Seminar Internasional ”6th International Seminar on Miracle of Al-Quran and As-Sunnah on Science and Technology” di Bandung 29 Agustus s/d 1 September 1994.1 Dalam kapasitas  sebagai Kepala Departemen General Affair  menjadi Command Media Coordinator  pengelolaan “sistem dan prosedur terpadu BUMNIS”; secara berkala terlibat dalam tim penggarapan Job Simplikasi Sistem HRM Perusahaan Boeing, A.S., untuk diterapkan di BUMNIS (tahun 1990-1996).

Pengalaman dalam bidang sosial  :  1 Menulis lepas beberapa tulisan berupa feature, masalah pendidikan, dan agama pada Harian Umum Pikiran Rakyat dan Gala Media sebagai Pemerhati Masalah Sosial, antara lain pada tahun 2001, 2004, 2007, 2008; 1 Menulis beberapa tulisan berbahasa Sunda pada Majalah Mangle dan Kujang; 1 Menyusun Khutbah Jum’at (45 judul) yang dihimpun menjadi buku berjudul ”Sampaikan Seruanku Walau hanya Satu Ayati”, 1 Pengalaman menjadi khatib khutbah Jum’at di beberapa masjid  jami di lingkungan tempat tinngal Penulis dalam periode 4 tahun sebulan sekali; 1 Mengedarkan sejumlah blog antara lain tentang  kinerja dan nilai-nilai religi di Website ∏


Continue Reading...
 

www.widiakertapranata.com Copyright © 2009 Girlymagz is Designed by Bie Girl Vector by Ipietoon